Welcome To The World Of Aceh Explorer Adventure Tours

Aceh Explorer guiding team Sumatra Indonesia

With over 7 years of experience operating in Aceh, Aceh Explorer Adventure Tours is an experiential inbound tour operator that is passionate about authentic adventure experiences in some of Indonesia’s most exciting and mysterious destinations: The province of Aceh. With our local expertise, product innovation and genuine enthusiasm for all things travel, we will create the perfect adventure experience just for you.

Air terjun Pudeng Lhoong Aceh Explorer

Offering tours lasting from one day to several weeks, Aceh Explorer Adventure Tours is proud of taking clients off the beaten track to discover the real, untouched beauty of Aceh. Safety remains a priority in whatever activity is involved, and we are proud of our 100% safety record.

From our office in Banda Aceh we provide national and international clients a great variety of outdoor activities in Aceh. Be it adventure or immersion into scenic tranquility, Aceh Explorer Adventure Tours has ensured that all its tour products are suited to the most discerning and unique of travellers.

Aceh Explorer is committed to socially responsible travel and to the preservation of the natural beauty of Aceh. We believe that developing a soft tourism provides measures of protection and enhancement for the cultural and natural wealth of Aceh, Indonesia.

Aceh Explorer Banda Aceh Sumatra Indonesia

The regions featured in the program of Aceh Explorer Adventure Tours are outstanding in scenery and less frequented by tourists. They offer ideal conditions for trekking, caving, mountain biking, rafting, kayaking and mountaineering, all of which are activities that bring the travelers close to nature and the local population in an environmentally friendly way.

 

Aceh Explorer jungle trek guides Sumatra Indonesia

All our guiding team have been chosen by us for their attitude, ability and personality. Our trip leaders are born and bred in the region in which they operate and are proud to be ambassadors of their culture and heritage.

We work hard to ensure that local people not only benefit financially from tourism but also that they are true business partners in helping us to develop adventure tourism programs.

Turis masuk huta Pucok Krueng Aceh Explorer Sumatra Indonesia

Tours can be arranged for various group sizes. The difficulty of the tours ranges from easy to difficult so please select the tour that best fits your needs. Specific requests such as schedule, customized routes or diet may be accommodated, so don’t hesitate to ask! These travel packages can comfortably be pre-booked via the net. Alternatively, all tours can be booked at our Aceh Explorer’s sales office in Banda Aceh.

Other websites affiliated with the Aceh Explorer family can be viewed at:

www.inbandaaceh.com
www.inaceh.com
www.keaceh.com  (versi bahasa Indonesia)

Now the company has just past its seventh anniversary and Aceh Explorer has firmly established itself as one of the leading  adventure guiding operators in the province of Aceh. The aim of Aceh Explorer is the same as it always has been ‘to offer great trips that we would dream of going on ourselves’.

We hope to see you soon in Aceh !

 


Eko Wisata Gerilya – Sejarah Konflik Aceh Menjadi Paket Wisata Petualangan Alam.

Delegasi-kementerian-pariwisata-Jakarta-sedang-istirahat-sejenak-di-Pucok-Krueng Aceh Explorer Sumatra Indonesia

Ini adalah wisata menyusuri rute gerilyawan GAM saat Aceh masih dalam suasana konflik bersenjata. Dipandu langsung mantan gerilyawan.

 
Sebelum  Perjanjian Helsinki ditandatangani, 15 Agustus 2005, bumi Serambi Mekkah mungkin salah satu wilayah konflik yang jarang dimasuki wisatawan.  Delapan tahun sembilan damai itu diraih,  dalam rangka Visit Aceh Year 2014 Aceh siap menjadi magnet bagi penikmat wisata alam dan sejarah.

Hutan dan gunung di wilayah Aceh yang dulu menjadi tempat persembunyian para gerilyawan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) kini beralih fungsi menjadi area rekreasi yang menawarkan sensasi petualangan. Bahkan, kegiatan outbound yang disebut Wisata Gerilya ini dipandu langsung oleh para mantan gerilyawan GAM yang sempat menjadi bagian dari konflik Aceh-RI selama lebih dari 29 tahun.

Jen guide Aceh Explorer Adventure Tours Sumatra Indonesia

Kurang lebih 8 tahun telah berlalu bagi mantan panglima GAM operasi  wilayah Lhoong, Jen dan rekan-rekannya berjuang untuk kemerdekaan Aceh. Selama 4 tahun ia bersembunyi di hutan di seputar wilayah Lhoong-Aceh Besar, bersama 60 anggota GAM lainnya. Setelah perjanjian perdamaian di tahun 2005, 40 anggota GAM yang bertahan, meninggalkan hutan tempat persembunyian mereka untuk kembali berkumpul dengan sanak saudara.

Menapak kaki mendaki pegunungan di Lhoong,  mengingatkan kembali Jen pada masa-masa perjuangannya dulu, meskipun jalur yang ia telusuri masih tetap sama namun bedanya kini ia tidak lagi membawa senjata. Kini Jen dan teman seperjuangannya telah memiliki profesi baru: Pemandu Wisata.

Pendakian gunung dan kemampuan penyelamatan yang pernah menolongnya dalam pengejaran aparat keamanan (TNI/POLRI) sekarang telah menjadi potensi untuk bergandengan tangan membawa wisatawan ke dalam hutan yang sama untuk menikmati keindahan pegunungan beserta flora dan fauna di dalamnya di Lhoong di bawah payung Aceh Explorer Adventure Tours.

Redaksi majalah pariwisata MICE Venue dapat demonstrasi jungle survival minum air dari kayu pohon di Pucok Krueng

Aceh Explorer, sebagai pencetus  paket wisata gerilya, mempunyai alasan yang kuat mengapa memilih mantan pejuang GAM dan korban konflik sebagai pemandu wisata, mereka memiliki banyak keahlian yang dibutuhkan sebagai seorang  pemandu, misalnya; kepemimpinan, disiplin, dan kerja tim serta teknik penyelamatan diri di hutan. Karena mereka telah merasakan kehidupan yang keras di hutan selama bertahun-tahun, maka pasti bisa mengharapkan mereka untuk menjadi pemandu menyusuri hutan. Secara langsung mereka mengetahui setiap rute yang ada di wilayah di mana mereka pernah aktif sebagai kombatan.

Beberapa tahun yang lalu, mantan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, tersenyum mendengar usulan unik  menjadikan bekas markas GAM sebagai kawasan wisata. Namun mengingat potensi ekowisata yang ada di Aceh dan penyediaan lapangan pekerjaan bagi putra daerah maka surat rekomendasi pun diberikannya untuk memulai program paket Wisata Gerilya tersebut. Bermodalkan surat rekomendasi tersebut, Aceh Explorer memulai programnya dengan mengunjungi beberapa kampung dan dengan cepat berhasil mengajak 15 mantan kombatan. Hingga kini telah bergabung sekitar 50 pemandu wisata di dalam Aceh Explorer dan sebagian besar adalah mantan pejuang GAM. Pada bulan Agustus 2012 Gubernur baru Zaini Abdullah juga telah memperbaharui surat rekomendasi tersebut demi kelancaran dan kelanjutan pelaksanaan program Wisata Gerilya.

Unik

Wisata gerilya merupakan hal baru yang unik yang di Indonesia hanya dapat ditemukan di Aceh. Oleh karena itu Aceh Explorer telah mengembangkan Wisata Gerilya di lokasi-lokasi tertentu di Aceh.

Meski mengalami luka dan pilu, para mantan pengikut GAM seperti Dede dan Doen tidak menyimpan dendam. ”Kami telah mengubur masa lalu kami. Kami bersyukur kedamaian di Tanah Rencong telah tercipta. Kami berharap Wisata Gerilya yang menjadi mata pencaharian kami sekarang bisa berkembang,“ kata Juni.

Presentasi paket Eko Wisata Gerilya Aceh Explorer Sumatra Indonesia

 

Aceh Explorer Adventure Tours sangat optimis bahwa Wisata Gerilya di Aceh akan berkembang pesat layaknya di Vietnam. Dukungan dari pemerintah daerah dan pusat adalah modal utama dalam upaya mengembangkan konsep Wisata Gerilya. Dimulai oleh Reuters di tahun 2008, bagaikan gelindingan bola salju, puluhan media internasional lain juga telah berminat untuk mengikuti dan telah meliput paket wisata ini.

Delegasi Kemenbudpar wisata gerilya Aceh Explorer Sumatra Indonesia

Promosi terus berlanjut melalui jejaring sosial (lihat: Facebook Jelajah Aceh), yang memperlihatkan banyaknya minat pengunjung dan tanggapan positif terhadap tour Wisata Gerilya yang telah berjalan 5 tahun dan berkembang ke beberapa lokasi di Aceh. Aceh juga telah menjadi contoh bagi negara lain yang juga sedang dalam masa pulih dari konflik seperti El Savador yang memulai Wisata Gerilya di tahun 2009 dan Nepal di tahun 2012.

Krueng Ayon waterfall  Sumatra Aceh

Wisata Gerilya di beberapa wilayah di Aceh tidak kalah menarik dibanding wisata pantai Aceh atau scuba diving yang sudah terlebih dahulu terkenal.  Potensi alam Aceh sangat mendukung Wisata Gerilya, selama dipahami secara positif, Wisata Gerilya tidak akan berkesan negatif. Poin penting dari konsep Wisata Gerilya adalah pemberdayaan bagi ribuan mantan anggota GAM yang membutuhkan lapangan pekerjaan dan masih sulit mencari pekerjaan. Menjadi pemandu wisata akan menjadi salah satu jalan keluar karena mereka melakukannya dengan baik dan sesuai dengan keahlian mereka. Perubahan profesi mantan anggota GAM menjadi pemandu Wisata Gerilya, justru akan membuka lebih banyak lapangan kerja baru di wilayah mereka. Sebab, penyediaan lapangan pekerjaan baru di Aceh masih relatif sulit, sementara jumlah mantan anggota GAM di Aceh sekitar puluhan ribu orang.

Pemandu wisata Riel Aceh Explorer Sumatra Indonesia

Riel (26), salah satu pemandu yang juga mantan prajurit GAM, mengaku senang menjalankan profesi barunya. “Saya tak punya banyak kepandaian, yang paling saya tahu adalah hutan,” kata pria asal Aceh Besar itu.

Jen  adalah mantan kombatan sebagai Panglima GAM yang beroperasi di wilayah Lhoong merupakan orang yang pertama bergabung dalam tim Aceh Explorer sebagai pemandu wisata. “Pasti kita terbayang pada kisah masa lalu…itulah kehidupan dan sejarah kita. Suatu hal yang sangat susah dilakukan di gunung. Saya lebih suka pekerjaan saya yang sekarang ini karena tidak ada percekcokan. Dan saya bangga sekali memperlihatkan kekayaan hutan kita. Saya mengharapkan agar dapat melakukan hal ini lebih sering lagi karena saya suka berada di hutan liar. Hal itu sudah pasti lebih baik dari pada duduk di rumah tidak melakukan apa-apa”, ujarnya.

Demikian pula dengan para pemandu lainnya yang kelihatan lebih senang dengan perubahan dari pejuang menjadi pemandu wisata.Team Aceh Explorer Adventure Tours guides Sumatra Indonesia

 

“Bagi saya ini bukan merupakan hal yang aneh, karena merupakan pekerjaan yang baik. Saya sendiri senang sekali dapat bekerja bersama dengan teman-teman sebagai pemandu wisata” ujar Juni.

Mulai kini, di tengah suasana Aceh yang damai, semakin banyak mantan tentara memandu pelancong menyambangi bekas markas persembunyiannya ketika konflik berlangsung. Bagi para pecinta petualangan, Wisata Gerilya menjadi pilihan menarik karena tantangan yang ditawarkan relatif menguji adrenalin. Tim Aceh Explorer selalu memberi yang terbaik untuk mendapatkan kesan menarik dan banyak wisatawan akan berucap; Loen gisa lom u Aceh (saya akan kembali ke Aceh)